ULYA
Oleh : Lia Dwi Arifatun
Benderang wajah merahmu
Selalu menarik
sudut-sudut mataku
Ujung-ujung jari indahmu
Bersih dari cat-cat merah
biru
Tatkala kembang senyummu
Entahlah....
Tak bisa aku melepaskan
pandanganku
Sudikah kau memberi
tetes-tetes pengampunan?
Sudikah hati lembutmu
mengusir salahku?
Duka mu mendatang kan
malam dikalbuku
Murungmu mengusik setiap
mimpiku
Padam nya gelora mu juga alasan padam nya mataku
Entahlah..
Tetap juga tak jemu mata
kecilku ini
Menambatkan pandangan di
rona pipimu
Terimakasih ULYA ,
motivasiku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar